Kota Madiun

Rabu, Maret 18, 2009

Kontradiksi Sriwijaya FC dan PSMS Medan

Dua hasil berbeda didapatkan dua klub peserta Liga Indonesia di kompetisi sepakbola level Asia, yang dihelat kemarin. Hasil memalukan didapat oleh Sriwijaya FC, yang berlaga di Liga Champion Asia, juara LDI dan Copa Dji Sam Soe tahun 2008 ini "dibantai" oleh tuan rumah Shandong Luneng dengan 5 gol tanpa balas. Sedangkan PSMS Medan berhasil menebus kekalahan di laga pertama Piala AFC dengan mengalahkan Johor FC dengan skor 3-1.
Kekalahan Sriwijaya terasa lebih menyesakkan karena tim unggulan LDI 2009 ini gagal menunjukkan diri sebagai tim tangguh LDI. Dalam pertandingan tersebut pemain-pemain SFC sering gagal mengirim umpan, bahkan sering terjadi kesalahan passing yang menyebabkan SFC kehilangan bola. Hal ini dipengaruhi juga oleh absennya beberapa pilar SFC, seperti sektor penjaga gawang yang biasanya dikawal Ferry Rotinsulu kemarin gagal dilapis oleh Dede Sulaiman. Kiper kedua SFC tersebut terlihat belum siap mental mengawal gawang SFC di level Asia, bahkan tendangannya ada yang langsung keluar lapangan. Hal ini menyebabkan pemain Shandong Luneng leluasa mengembangkan permainan bahkan dengan mencetak 5 gol melalui Li Jinyu (menit 15 dan 25), Han Peng menit ke 19 dan Miljan Mrdakovic menit ke 79 dan 83. Meski SFC sendiri juga mempunyai peluang, namun selalu gagal jadi gol karena buruknya finishing pemain SFC maupun tangguhnya kiper Shandong Luneng. Tetrcatat dua kali Keith Kayamba menguji kiper lawan yaitu menit 30 dan 74, namun selalu gagal berbuah gol.

Sementara di piala AFC, PSMS Medan yang bermain di stadion Jakabaring Palembang, berhasil mengalahkan tamunya Johor FC dengan skor 3-1, kemenangan ini lebih spesial karena didapatkan setelah PSMS tertinggal lebih dulu melalui gol pemain Johor FC, M. Azuwad menit ke 21, yang bertahan hingga turun minum. Namun kondisi ini malah meningkatkan semangat anak-anak Medan di babak kedua dengan membombardir gawang Johor FC yang hasilnya PSMS membukukan 3 gol melalui Ellie Aiboy menit 53 dan 65 dan Leonardo Martins Zada menit 55. Hasil ini sekaligus sebagai pengobat luka PSMS setelah dilaga pertama di tekuk South China dengan skor 3-0.

Baca Selengkapnya..